Monday, January 6, 2014 0 komentar

Barokah Ilmu


Waktu itu sebelum pulang liburan, sempat keliling perpus Masjid Nabawi. Alhamdulillah menemukan buku tentang biografi Syaikh Muqbil karangan putri beliau, Ummu Abdillah Al-Wadi'iyyah.


Salah satu hal yang mengejutkan ternyata Syaikh Muqbil belum hafal Al-Qur'an 30 juz. Meskipun begitu, kalau sedang istinbath dari Al-Qur'an beliau lebih hebat daripada murid-murid beliau yang sudah hafal Al-Qur'an dan juga beliau dikaruniai ilmu yang luas sampai-sampai Syaikh Al-Utsaimin menjuluki beliau "Mujaddid dari Negeri Yaman".

Begitulah ilmu kalau dibarokahi oleh Allah. Manfaatnya bisa dirasakan oleh pemiliknya dan orang lain. Berbeda dengan sebagian orang yang merasa sudah hafal berbagai kitab dan menyandang berbagai gelar, namun karena tidak dibarokahi sehingga tidak kelihatan manfaatnya bagi pada dirinya sendiri atau pun orang lain.

(Febrian Fariyansyah, mahasiswa Univ. Islam Madinah)

Sumber: https://www.facebook.com/WebDanBlogAhlussunnah
Monday, December 30, 2013 0 komentar

Ibadah Para Ulama


Ketika kita membaca biografi ulama, kita akan kagum dan mungkin kurang percaya pada amalan ibadah atau ilmu yang mereka capai. Di antaranya yang saya saksikan sendiri yaitu pada diri Syaikh Abdurrohman Muhyiddin.

Berawal 2 bulan yang lalu, ada ikhwan yang mengabari bahwa Syaikh Abdurrohman Muhyiddin punya majelis di masjid nabawi (bukan di kursi). Dars dimulai ba'da adzan Shubuh sampai iqomah, tapi selama musim haji dars diliburkan.

Alhamdulillah pekan kemarin sudah lihat dars beliau sudah mulai yaitu Umdatu Tafsir. Akhirnya saya berusaha mengikuti dars beliau yang dimulai setelah adzan Shubuh, tentunya dimulai ba'da sholat sunnah qobliyah.

Tapi anehnya, setiap mulai menyimak dars, saya merasa selalu ketinggalan beberapa paragraf. Padahal saya datang di awal dars yaitu ba'da adzan Shubuh. Ternyata ada ikhwah yang bilang bahwa dars dimulai sekitar seperempat jam sebelum adzan Shubuh.

Wednesday, July 3, 2013 1 komentar

Faedah Keutamaan Ilmu: Perumpamaan Ulama ditengah umat manusia

Imam al-Ajurri meriwayatkan dengan sanadnya dari al-Hasan, bahwa Abu Darda’ radhiyallahu’anhu berkata, “Perumpamaan ulama di tengah umat manusia bagaikan bintang-bintang di langit yang menjadi penunjuk arah bagi manusia.” (lihat Akhlaq al-’Ulama, hal. 29)

Imam al-Auza’i rahimahullah berkata, “Ilmu yang sebenarnya adalah apa yang datang dari para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka ilmu apapun yang tidak berada di atas jalan itu maka pada hakikatnya itu bukanlah ilmu.” (lihat Da’a'im Minhaj an-Nubuwwah, hal. 390-391)

Masruq rahimahullah berkata, “Sekadar dengan kualitas ilmu yang dimiliki seseorang maka sekadar itulah rasa takutnya kepada Allah. Dan sekadar dengan tingkat kebodohannya maka sekadar itulah hilang rasa takutnya kepada Allah.” (lihat Syarh Shahih al-Bukhari karya Ibnu Baththal, 1/136)
Sumber:
0 komentar

Faedah Salaf: Syukur atas Nikmat Hidayah

Dikisahkan, ada seorang salaf yang menderita kebotakan, kulitnya terkena penyakit sopak (belang/kusta), matanya buta, kaki tangannya lumpuh, intinya hampir seluruh kesengsaraan dunia terkumpul padanya. Namun yang mengejutkan adalah, dalam kondisi seperti itu, beliau masih saja mengatakan

"Segala puji bagi Allah yang telah memberikan saya keselamatan/kesehatan dari apa yang telah menimpa orang banyak dan telah memuliakanku dengan sebaik-baik kemuliaan"

Lantas seorang pemuda lewat dan bertanya pada orang itu, "Ente sehat dari mana? Ente kan buta, lumpuh, belang, botak, dari mana ente bilang ente sehat?"

Dijawab,"Celaka engkau wahai pemuda! Bukankah Dia menjadikan lisanku senantiasa berdzikir, hatiku senantiasa bersyukur, dan tubuhku sabar atas ujian ini?"
-end of story

NB : Belum nemu sumber aslinya/rujukannya. Kalau ada yang nemu tolong saya diberitahu
Dapat dari sini http://www.saaid.net/Doat/assuhaim/259.htm

Sumber: Akh Zuhroni Ali Fikri -hafizhahullah

0 komentar

Isnad itu bagian dari agama...

[Faedah]
selalu ingat perkataan imam ibnul mubarak ini

الإِسْنَادُ مِنَ الدِّينِ وَلَوْلاَ الإِسْنَادُ لَقَالَ مَنْ شَاءَ مَا شَاءَ

"Sanad itu bagian dari agama. Kalaulah bukan karena sanad maka orang akan berkata sesukanya"

Imam An-Nawawi (intinya) menyebutkan,"tidaklah diterima hadits kecuali yang shahih"
Saksikanlah hari ini. Banyak sekali orang berkata sesukanya, seenaknya menyandarkan hadits pada nabi, dst. Kenapa? Karena perkataan ibnul mubarak ini sudah diacuhkan, hadits-hadits dianggap sama semua. Maka untuk orang yang berkhotbah, atau berdakwah, sudah semestinya berhati-hati dalam menyampaikan hadits. Karena masyarakat sudah banyak yang tidak tahu menahu seputar hadits kecuali apa yang disampaikan oleh da'i. Ketika da'i salah, maka masyarakat tetap menganggap dia benar. Semestinya kita takut pada sabda Rasul ini

من كذب على متعمدا فليتبوأ مقعده على النار

Barangsiapa yang berdusta atasku dengan sengaja, maka hendaklah dia mempersiapkan tempat duduknya di neraka (muttafaq 'alaihi)

مَنْ حَدَّثَ عَنِّى بِحَدِيثٍ يُرَى أَنَّهُ كَذِبٌ فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبِينَ

Barangsiapa yang menyampaikan dariku sebuah hadits yang dia melihat/mengira hadits itu merupakan suatu kebohongan (atas nabi) maka dia merupakan salah satu dari dua pembohong (H.R. Muslim)

Sumber: Akh Zuhroni Ali Fikri -hafizhahullah
Monday, July 1, 2013 0 komentar

Kisah Imam Darul Hijrah, Malik bin Anas tentang Istiwa' Allah

Imam Malik ketika didatangi oleh seseorang di majlisnya, kemudian bertanya: 
"Ar-Rahman ‘alal ‘Arsy istawa, bagaimana istiwa’-Nya?". 
Beliau Rahimahullah tertunduk dan marah. Dan tidaklah beliau pernah marah seperti marahnya ketika mendengarkan pertanyaan tersebut. Beliau pun meneteskan butiran-butiran keringat dari dahinya; sementara para hadirin pun terdiam dan tertunduk, semuanya menunggu apa yang akan terjadi dan apa yang akan dikatakan oleh Imam Malik. Beberapa saat kemudian beliau Rahimahullah pun tersadar dan mengangkat kepalanya, seraya berkata:
0 komentar

Sunnah adalah Bahtera Nabi Nuh alaihissalam

Imam Malik rahimahullah berkata, 
“Sunnah adalah bahtera Nuh. Barangsiapa yang menaikinya niscaya akan selamat, dan barangsiapa yang tertinggal darinya maka dia akan tenggelam.”
Friday, June 1, 2012 0 komentar

Resensi Kitab: Bersikap Bijak Dalam Menyikapi Perbedaan di Antara Ahli Sunnah

Bersikap Bijak Dalam Menyikapi Perbedaan di Antara Ahli Sunnah
Penulis berkata, “Syaikh kami (Muqbil) al-Wadi’i pernah menasehati kami, ‘Wahai anak-anakku, janganlah kalian menyibukkan diri dengan perkara ini –debat tentang orang- biarkan saya saja, sudah cukup.’ Dan kami mengambil manfaat dari nasihat ini. Segala puji bagi Allah. (al-Ibanah hlm. 208 karya Muhammad al-Imam)

Wednesday, May 30, 2012 0 komentar

Perhatian Imam Syafi’i Kepada Ilmu Agama

“Tidak ada satu pun yang lebih utama setelah menunaikan kewajiban selain menuntut ilmu.” 
(Imam asy-Syafi'i:: diriwayatkan dalam Miftah Dar as-Sa’adah 1/391 oleh Ibnu Qayyim)

 Perhatian Imam Syafi’i Kepada Ilmu Agama

Dinukil dari Majalah al-Furqon 11/6 Al-Ustadz Abu Ubaidah as-Sidawi –hafizhahullaah-
 
1.

كُلُّ الْعِلُومِ سِوَى الْقُرْآنِ مَشْغَلَةٌ

إِلَّا الْحَدِيثَ وَإِلَّا الْفِقْهَ فِي الدِّين

الْعِلْمُ مَا كَانَ فِيهِ قَالَ حَدَّثَنَا

وَمَا سِوَى ذَاكَ وَسْوَاسُ الشَّيَاطِينِ

Setiap ilmu selain al-Qur’an adalah menyibukkan
Kecuali hadits dan fiqih dalam agama
Ilmu adalah yang terdapat di dalamnya Haddatsana (hadits)
Selain itu adalah waswas setan.
(Diwan Syafi’i hlm 88)
2 komentar

Muhammad bin SIrin :: Imam dalam Ilmu dan Wara'

  Dari Ibnu Aun ia berkata, “Ada tiga orang yang kedua mataku tidak pernah melihat orang lain yang semisal mereka, yaitu Ibnu Sirin di Irak, al-Qasim bin Muhammad di Hijaz, dan Raja’ bin Haiwah di Syam. Seolah-olah mereka pernah bertemu lalu saling berwasit untuk mengajarkan ilmu.” (Siyar A’lam an-Nubala’ 4/464)
 
Muhammad bin Sirin
Imam dalam ilmu dan wara’


Majalah al-Furqan 4/11: 65-67 ::::: Ustadz Abu Faiz hafizhahullaah

Beliau adalah Abu Bakr Muhammad bin Sirin al-Anshari, ayah beliau yaitu Sirin adalah Abu Amrah maula (bekas budak) Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu sang pelayan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

 
;